my thoughts on the environment, travel and life reflections

  • About
  • Blog Posts
  • Contact
  • Photos
  • Fatimah Az Zahra, the Daughter of Prophet Muhammad

    November 20th, 2024
    Daily writing prompt
    If you could meet a historical figure, who would it be and why?
    View all responses

    She was called a soft-hearted and radiant woman. She had an important role in supporting her father in teaching Islam. Despite her young age and just left by her late mother, she earnestly cared for and entertained her father when the Mecca people were against his teaching.

    Her perseverance in accompanying her husband Ali, a famous warlord of that time is also touching. Only limited literature tells about her; they praise her as a steadfast and humble woman.

    Meeting her would explain more. I want to know the beauty of her face and the refinement of her character that made her loved.

  • Taming Your Enemy with Prayer

    November 19th, 2024

    When you cannot resolve a conflict by yourself, it is time to involve God.

    I have many experiences related to that case. Once, it almost made me depressed. I didn’t know to whom I should share my thoughts. I felt cornered. He -my colleague who conflicted with me- reported me to our boss. In response, I said bad things about him to defend myself, but it was not helpful.

    I blame myself for gossiping about him. The way I responded to his actions made me a bad person. What will I do to be restful and resolve the conflict? One night, I prayed. In the last prostrate in Shalah, I expressed my frustration.

    “God, keep him away from me, protect me from his evil slanders. Make him fear me.”

    I utter the prayers again and again. Frequent prayers bring tranquility at last.

    Slowly, I don’t see him as a big enemy anymore. My perception of him is softer. When I talk to or meet him, He changes too. He is now less bossy and more careful with his words.

    The prayers saved my situation. Though it is difficult to be a good friend, at least he is not a threat anymore.  I am also reminded to be wiser and more forgiving. The prayer actually impacts both sides.

  • Favorite Month of the Year

    November 18th, 2024
    Daily writing prompt
    What’s your favorite month of the year? Why?
    View all responses

    It must be January.

    The month when I feel less pressure. I free myself from any demands, and my meeting schedule is less. Usually, I start developing some plans, but I am still free to delete them from the list if I consider them very demanding and would make me stressed.

    January is the time to negotiate plans. I have more time to talk deeply to myself. January is a month of peace that understands my brittleness, as well as my strength.

  • November 17th, 2024
    Daily writing prompt
    What is your favorite place to go in your city?
    View all responses

    My home is my favorite place in this city. It is a place I can arrange according to my taste, giving me tranquility and space to be my true self.

  • Berapa Banyak Pakaian yang Diperlukan untuk Tampil Pantas?

    November 17th, 2024

    Melihat pakaian yang bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian, timbul perasaan bersalah mengapa dulu begitu menggebu-gebu membeli semua ini. Semua masih terlihat baru, bagus, tak ada sobek atau bernoda, namun jarang dipakai. Modelnya pun belum out of date, dan harga belinya lumayan. Hanya rasa bosan yang membuatnya jarang dipakai lagi.

    Kondisi tersebut juga banyak dirasakan oleh wanita lain. Industri garmen dan fashion termasuk yang paling berkembang di Indonesia saat ini. Berbagai pusat belanja khusus garmen tumbuh di berbagai kota khususnya di Pulau Jawa. Walau dikabarkan sepi, namun pembelian lewat e-commerce berkembang pesat. Godaan untuk membeli pakaian selalu datang setiap kali membuka media sosial.

    Sebenarnya berapa sih jumlah pakaian yang dibutuhkan seseorang sepertiku agar tampil pantas? Aku ini seorang wanita bekerja 5 hari dalam satu minggu (sering berada di lapangan atau desa), usia paruh baya, weekend lebih sering di rumah dibanding di luar/mal, dan menghadiri undangan pesta perkawinan maksimal 4 kali dalam satu bulan.

    Sebenarnya berapa sih jumlah pakaian yang dibutuhkan seseorang sepertiku agar tampil pantas? Aku ini seorang wanita bekerja 5 hari dalam satu minggu (sering berada di lapangan atau desa), usia paruh baya, weekend lebih sering di rumah dibanding di luar/mal, dan menghadiri undangan pesta perkawinan maksimal 4 kali dalam satu bulan.

    Ini hitungan yang kubuat dengan pertimbangan gaya hidup minimalis. Pakaian kerja 5 set, tak selalu terpakai setiap minggu terutama saat aku mendapat tugas lapangan. Namun aku tak akan menguranginya. Aku masih mengandalkan layanan laundry yang seringkali tak tepat waktu, untuk amannya 5 stel pakaian kerja itu wajib ada. Outfit ke lapanganku biasanya celana panjang dan atasan kemeja atau baju kaos.  Pakaian dalam normalnya diganti dua kali dalam satu hari, namun ada kalanya diganti tiga kali sehingga jumlah 20 set sudah memadai.

    JENIS PAKAIAN
    KEBUTUHAN MINIMALIS
    Pakaian kerja5 set
    Pakaian dalam (bra dan celana dalam)20 set
    Pakaian pesta (batik, pakaian tradisional atau gaun gamis)4 set
    Pakaian keluar rumah (arisan, konkow, self-healing, arisan dll)7 potong
    Pakaian rumah (piyama, kaos, daster, dll)15 potong
    Bawahan (celana kaos, jeans, pantofel, dll)5 potong
    Kerudung10 potong

    Aku tak butuh banyak pakaian pesta. Hanya pesta kerabat dan teman dekat yang kuhadiri sehingga jumlah 4 set sudah cukup. Aku juga mengoleksi berbagai kain tenun yang bisa dipadu padan dengan baju kurung, tunik dan lain-lain sehingga tampilan bisa lebih bervariasi. Tak perlu terintimidasi oleh penampilan wah/glamor undangan lainnya. Aku menempatkan diriku sebagai orang biasa, yang tak dikenal banyak orang dan tak memerlukan validasi dari siapapun.

    Pakaian keluar rumah atau hang-out juga tak perlu banyak. Tujuh set cukup. Plus 10 potong kerudung. Baiknya pilih (untuk baju dan kerudung) warna-warna netral polos dan bercorak bunga atau abstrak yang calm sehingga tidak mudah tergilas model terbaru. Aku juga jarang mengikuti kegiatan luar rumah sehingga tak perlu pakaian banyak. Bahkan untuk belanja kebutuhan rumah tangga sering kulakukan waktu istirahat kantor, ke supermarket terdekat. Dibekali list belanja, kegiatan shopping bulanan jadi sat-set, hemat banyak waktu.

    Aku justru memerlukan pakaian rumah yang agak banyak. 15 potong. Sebab kegiatan bersih-bersih dan berkebun kulakukan sendiri, pakaian perlu diganti sehabis aktivitas tersebut. Kaos juga kupakai untuk jogging, ditutupi jaket yang nyaman. Koleksi kaosku lumayan banyak, sebagian besar pemberian dari panitia kegiatan tertentu atau acara yang kuhadiri. Selagi kaosnya berbahan katun dan nyaman, aku manfaatkan untuk menambah stok baju dinas rumahan.

    Perlu juga menambahkan ke lemari stok celana kaos/rajut, jeans, pantofel sebanyak 5 potong untuk memadu madan semua pakaian atasan yang kumiliki. Mereka menjadi penyelamat. Aku sering memakai celana panjang yang sama dua sampai tiga kali dengan atasan blus/kaos yang berganti-ganti. Tak apa-apa mengeluarkan uang lebih banyak untuk celana panjang yang nyaman dan bermaterial bagus karena mereka dipakai lebih sering dibanding pakaian atasan.

    Ternyata tak perlu pakaian banyak ya untuk tampil pantas.  Sweet Minimalist. Mudah-mudahan tulisan ini bisa memandumu untuk meminimalkan isi lemari dan keinginan belanja pakaian yang tak diperlukan.

  • Cincin dari Pegadaian

    November 15th, 2024

    Cincin ini paling sering kupakai satu tahun belakangan ini. Cincin emas 20 karat dengan setumpuk permata (non intan/berlian). Cincin ini kutemukan di Gallery Pegadaian. Aku cukup sering ke sana untuk melihat perhiasan yang dijual, yang biasanya merupakan milik nasabah yang tak mampu mereka tebus sehingga harus dijual oleh pihak Pegadaian. Pada hari itu aku menemukan dan menebusnya.

    Cincin ini menarik karena modelnya yang sederhana sekaligus terlihat mewah. Untuk kulitku yang agak pucat, dia menjadikan kulitku lebih hidup. Harganya lumayan (menurutku tidak mahal bila dibandingkan dengan desainnya. Namun juga tidak murah, sekitar separuh gaji bulananku). Keistimewaan membeli di Pegadaian, tidak ada tambahan biaya untuk beli desain perhiasan. Harga jual dihitung hanya dari berat emasnya.

    Bertambah aku menyukai cincin ini, aku semakin memikirkan pemilik cincin sebelumnya. Apakah dia masih mengenang cincin ini dan pernah satu kali datang ke Pegadaian untuk melihat atau menebusnya kembali, namun terlanjur telah aku miliki? Aku sendiri pernah menjual liontin kesayanganku dan sampai saat ini masih mengingat rupa dan detilnya. Liontin berbentuk kelopak mawar tersebut terbuat dari emas murni dan dirancang oleh pengrajin emas biasa (bukan desainer perhiasan profesional) sesuai gambaran dariku. Liontin mawar itu adalah perhiasan pertama yang kubeli dengan penghasilan penuh dariku (bukan berasal dari uang pemberian suami atau sumber rezeki nonplok lainnya) sehingga sayangku padanya berlebihan.

    Aku seperti dapat merasakan kehilangan pemilik cincin yang kupakai ini. Ketika seseorang menitipkan perhiasan atau barang berharganya di Pegadaian, pasti terniat dalam dirinya untuk memiliki/menebus barang itu kembali. Berbeda jika dia langsung menjualnya ke toko emas, niatnya untuk melepas perhiasan tersebut telah penuh.

    Begitulah kehidupan. Hari ini memiliki, lusa kehilangan. Banyak hal datang dan pergi dari hidupku. Aku harus merawat dengan baik apa yang kumiliki dan kusayangi, dan melepas hal/material lainnya yang tak begitu kubutuhkan/sukai. Mungkin bagi orang lain itu berguna.

    Satu kehilangan tak akan membuatku hancur.

    Allah mempertukarkan kesenangan dan kesedihan dengan sifat adilnya itu
  • Merumuskan Tujuan Hidup Sekali Lagi, Apakah Suatu Kebingungan atau Keharusan?

    November 12th, 2024

    Saat perjalanan ke bandara kemarin, aku katakan ke suami bahwa kami harus sepakat untuk memulai suatu tujuan hidup baru. Usia kami berdua telah lewat 55 tahun. Kami tak bisa begini terus, melanjutkan gaya hidup lama ketika usia kami lebih muda dan ada anak-anak yang diurus. Harus ada perubahan, agar kami tak terjebak menjadi orang yang menjalani hidup membosankan. Apa perlunya kami merumuskan tujuan hidup baru di saat usia tak muda lagi?

    Menurut standar WHO dan UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, kami belum masuk kategori lanjut usia. Lanjut Usia atau lansia merujuk ke mereka yang telah berumur 60 tahun ke atas. Ketika mengatakan itu ke suami pikiranku sedang terang. Menurutku sangat penting untuk mengajak dia setuju dengan apapun yang aku rencanakan, dan aku setuju dengan apa yang dia rencanakan.

    Dalam perjalanan perkawinan kami yang melewati 29 tahun, banyak hal telah kami rencanakan bersama, namun ada sebagian yang aku dan dia rencanakan sendiri, lalu kami wujudkan dengan cara masing-masing. Ada yang berhasil dan kami nikmati hasilnya sekarang, ada yang gagal dan menimbulkan kerugian material cukup besar namun telah kami ikhlaskan dan kadang-kadang saja muncul dalam pikiran.

    Namun sekarang, diusia kami yang tak muda (meski belum lansia), aku rasanya tak sanggup untuk menjalankan suatu rencana sendirian saja, tanpa persetujuan dan kesepakatan suami. Banyak hal yang membuatku seakan ‘lemah’ dan perlu didukung.

    1. Suami adalah suporter, bukan oposisi

    Sebelumnya aku kuat menerima kritik atau ejekan suami terhadap apa yang aku lakukan yang menurutnya konyol atau terburu-buru. Sekarang aku tak menginginkan dia menjadi oposisi dari keputusan-keputusan yang kuambil. Aku telah mengurangi independensiku, aku memerlukan pendukung dan ketenangan. Teman hidupku seharusnya menjadi loyalis dan satu tim denganku.

    2. Memperbanyak Waktu Bersama

    Hidup kami di dunia tentu tak akan selamanya. Ketika anak-anak telah memiliki keluarga sendiri, atau membangun karier yang menyita waktu mereka, aku dan suami seharusnya menjadi teman yang menghabiskan waktu bersama lebih banyak, dibandingkan waktu dengan orang lain. Jika dulu kami lebih mementingkan quality time, sekarang kami butuh paket quality dan quantity time. Kesepian berbahaya bagi senior seperti kami.

    3. Laki-laki Lebih Terampil di Area Outdoor

    Tujuan bersama yang ingin kubangun bersama suami menyangkut aktivitas outdoor yang memerlukan keterampilan dan kecekatan seorang laki-laki. Aku boleh saja mahir merencanakan detil desain, tanaman, pembiayaan dan lain-lain, namun suamiku (dan laki-laki pada umumnya) lebih menguasai cara mewujudkannya, dan bertindak mengatasi masalah yang muncul di lapangan.

    4. Koneksi Lebih Luas

    Koneksi dan pertemanan suamiku lebih luas, dia tahu siapa yang harus kami hubungi ketika berhadapan dengan suatu masalah dan perlu bantuan. Aku lebih ‘kuat’ bekerja di balik layar, termasuk mengalokasikan dana, mematangkan konsep dan hal-hal lain yang bersifat domestik.

    Lalu, apa sebenarnya tujuan baru yang aku usulkan ke suami tersebut? Kuceritakan nanti, pada waktu yang tepat.

  • Cara Meningkatkan Level Kebahagiaan Menjadi Ketenangan

    November 10th, 2024

    Kebahagiaan merupakan kata yang sering diucapkan namun dianggap terlalu susah didapatkan, apalagi dengan cara biasa-biasa saja. Sepertinya dibutuhkan pencapaian materil yang luar biasa agar seorang bisa merasa bahagia sekaligus diakui oleh orang lain sebagai insan bahagia.

    Pendapat seperti itu menggiring kita menjadi orang yang pesimistis. Padahal bahagia bisa bersumber dari mana saja, bahkan datang begitu saja sepanjang kita membuka hati terhadap hal-hal kecil yang dihadirkan Tuhan ke dunia sebagai penghibur untuk jiwa-jiwa yang membutuhkannya. Dan kebahagiaan tidak membutuhkan pengakuan dari orang lain, tidak perlu juga dipamerkan.

    Suatu pagi saya keluar rumah lewat pintu belakang untuk menimbun limbah dapur organik ke komposter yang terdapat di bawah pohon buah. Semalaman tidur saya tak enak karena batuk dan maag kambuh. Diserang kondisi itu, saya merasa agak lemah dan melankolis.

    Di bawah pohon, embun berjatuhan ke kulit dan rambut. Saya merasa sedikit segar. Kemudian melihat Wijaya Kusuma yang sedang mekar dan bunga spider menjuntai di teras rumah. Keduanya dibaluti kristal embun. Pemandangan tersebut mendadak menyentuh hati, mengingatkan saya seharusnya bersyukur karena hari ini masih bisa bangun. Jika saya mati, tentu keindahan pagi seperti ini tidak bisa lagi saya nikmati.

    Hal kecil tersebut bisa mengungkit kebahagian. Pengaruhnya sangat besar. Sepanjang pagi saya menjadi senang bertemu dengan orang lain, menjadi lebih ramah dan mudah tertawa. Memang kebahagiaan tidak bisa berlangsung sepanjang waktu. Tergantung kita sendiri untuk mencari dan memaknai kejadian yang dialami agar bisa menjadi sumber bahagia. Dan ia akan datang berulang-ulang.

    Kebahagiaan bisa meningkat levelnya, berlangsung dengan waktu yang lebih lama. Para ahli menyebutnya sebagai ketenangan (tranquility). Dan ini bisa diraih lewat latihan.  Berikut beberapa cara untuk menanamkan ketenangan dalam diri:

    Mindfulness dan Meditasi

    Melalui cara ini kita diminta untuk fokus pada hal yang terjadi saat ini, melepaskan diri dari masa lalu yang membuat gelisah dan prasangka. Meditasi secara rutin akan membantu memusatkan perhatian dan meningkatkan ketenangan.

    Latihan Pernafasan

    Untuk Latihan ini bisa dipakai metode 4-7-8 (Tarik nafas melalui hidung 4 hitungan, tahan nafas 7 hitungan dan lepaskan nafas perlahan lewat mulut dengan mendesing selama 8 hitungan). Ulangi  sebanyak tiga kali.

    Koneksikan Diri Dengan Alam

    Perbanyak waktu di alam seperti taman, pantai, hutan atau dengan melakukan aktivitas berkebun/merawat tanaman.

    Olahraga Teratur dan Gaya Hidup Sehat

    Melakukan olahraga secara teratur, pilih yang paling sesuai dengan niat akan dilakukan secara konsisten. Imbangi dengan makan yang sehat dan tidur cukup.

    Hindari Pekerjaan Menumpuk

    Aturlah agak tidak mengerjakan beberapa/banyak pekerjaan dalam satu waktu tertentu. Lebih baik fokus pada satu pekerjaan dan tuntaskan. Sediakan waktu untuk rehat dan memulihkan diri sebelum memulai pekerjaan berikutnya.

    Tumbuhkan Sikap Bersyukur

    Hal ini yang sering hilang dari keseharian manusia.  Namun ini bisa dibiasakan misalnya dengan menulis jurnal dan menyisipkan ungkapan bersyukur di dalamnya. Atau menyediakan waktu berdoa dan merenung setiap hari yang merefleksikan rasa senang atas anugerah yang diterima hari tersebut.

  • SEBERAPA PENTINGKAH JALAN KAKI UNTUK MEMBANGUN SUASANA HATI POSITIF?

    November 8th, 2024

    Jalan kaki tiga kali dalam satu minggu dengan durasi 30-40 menit telah kulakukan selama satu tahun terakhir. Dari awal aku sudah semangat, salah satu resolusi terbaik yang konsisten kulakukan hingga hari ini. Ke depannya aku berusaha meningkatkan jadwal jalan kaki tersebut, minimal 5 kali dalam seminggu.

    Jalan kaki bisa menjadi olahraga yang sehat untuk raga dan membangkitkan suasana hati atau mood positif. Aku merasakan berkurangnya tekanan pikiran/perasaan habis mengelilingi kompleks rumah atau gedung olahraga  di dekat kantor. Sambil jalan, aku melihat hal-hal baru yang bisa mengalihkan pikiran/perasaan yang mengganggu waktu itu. Sesuatu yang terasa berat pada awalnya, di akhir aktivitas tersingkir atau terasa tak terlalu mengganggu lagi.

    Menurut berbagai literatur, berjalan kaki khususnya di pagi hari dapat membantu memperbaiki mood dan meningkatkan energi positif. Mengapa itu bisa terjadi? Ternyata ada pengaruh hormon dan respon tubuh yang menyebabkan mood menjadi lebih baik selesai jalan kaki.

    Meningkatkan Suasana Hati

    hormon endorfin, serotonin, dan dopamine dirilis tubuh saat jalan kaki, dan hormon ini memberi efek menenangkan dan menghilangkan stres.  Endorfin adalah hormon untuk meredakan rasa sakit dan menimbulkan perasaan senang, dan Dopamin merupakan senyawa kimia dalam otak yang dapat meningkatkan suasana hati, menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh. Sedangkan Serotonin berperan dalam mengirimkan pesan antar sel saraf, mengatur suasana hati, emosi, nafsu makan, pencernaan, dan siklus tidur-bangun. Ketiganya sering disebut hormon kebahagiaan/ Happy Hormone.

    Meningkatkan Kejernihan Mental dan Energi

    Jalan kaki dapat meningkatkan kemampuan untuk fokus dan waspada sepanjang hari. Bahkan tidak memerlukan waktu lama untuk mendapatkan manfaat yang ini. Berjalan 10-20 menit bisa meningkatkan energi, melancarkan peredaran darah, dan menghilangkan stres setelah duduk berjam-jam karena bekerja.
    Dalam sebuah artikel di International Journal of Environmental Research and Public Health, menyebutkan responden yang berjalan-jalan secara teratur atau melakukan bentuk latihan fisik lainnya memiliki kesehatan emosional yang lebih baik daripada mereka yang tidak berolahraga secara teratur.

    Mendapatkan Kualitas Tidur Lebih Baik

    Berjalan pagi dapat mengurangi tekanan dan kekhawatiran yang umumnya menjadi penyebab seseorang sulit tidur. Siraman cahaya pagi dapat mengatur Circadian cycle. Ritme sirkadian ini merupakan siklus 24 jam yang mengatur berbagai proses biologis di dalam tubuh, seperti tidur-bangun, produksi hormon, dan aktivitas gelombang otak.

    Ternyata jalan kaki begitu penting untuk meningkatkan perasaan tenang dan nyaman meskipun terlihat sederhana. Saat ini berkembang pula aktivitas relate dengan jalan kaki, yaitu silent walking. Silent walking adalah aktivitas berjalan kaki tanpa menggunakan perangkat elektronik, atau mendengarkan suara apapun selain suara alam dan lingkungan sekitar. Aktivitas ini merupakan perpaduan antara mindfulness dan gerakan fisik yang bertujuan untuk menjernihkan dan meningkatkan fokus pikiran.

    Tentu saja selain untuk mood, jalan pagi memiliki manfaat banyak untuk fisik yang telah sering diulas dalam banyak tulisan seperti membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kekebalan tubuh, memperkuat otot, dan lain-lain. Sebelum memulai jalan pagi, terdapat beberapa tip yang penting dilakukan untuk meraih manfaat maksimal yaitu:

    • Jalan kaki dengan ritme tetap
    • Biarkan lengan berayun bebas
    • Tegakkan tubuh dengan lurus
    • Pakailah sepatu yang ringan dan kaos kaki katun yang nyaman.
    • melakukan peregangan sebelum dan setelah jalan kaki
    • minum banyak air putih 
  • SAHAM LAGI ANJLOK, APA YANG HARUS AKU LAKUKAN?

    November 4th, 2024

    Sejak dilantiknya Prabowo menjadi presiden pada 20 Oktober lalu, terus kejadian penyerangan Iran oleh rudal Israel pada 26 -27 Oktober, pasar saham Indonesia ikut bergejolak hebat. Ini merupakan salah satu momentum paling menggelisahkan sejak aku terjun ke investasi saham. Nilai portofolio sahamku melorot tajam. Beberapa saham kebanggaanku merah alias masuk ke zona loss.

    Sahamku hari ini.

    Dua saham andalanku; BTPS dan AKRA, potential loss > 10%

    Betapa tidak gelisah…? Investasi saham ini kurencanakan untuk mendapatkan passive income saat aku purnabakti nanti. Jika kondisinya merah begini, jangankan menjadi inkam tambahan, aku bisa-bisa kehilangan uang/modal yang selama ini kuhemat-hemat demi masa pensiun yang sejahtera.

    Namun aku tak membiarkan pikiran buruk tersebut menguasai akal sehat. Seraya mengingat-ingat alasan aku berinvestasi saham, aku menemukan jawaban yang menenangkan. Ketika mulai membeli saham nyaris dua tahun lalu, aku telah membekali diri dengan pengetahuan tentang saham, resiko dan cara meminimalkan resiko tersebut. Hal-hal berikut ini merupakan argumen untuk menenangkan diriku.

    Seleksi Saham Dengan Analisis Fundamental

    Aku punya 10 saham berbeda dalam portofolioku. Hampir semua saham tersebut masuk indeks LQ 45 yaitu saham di Bursa Efek Indonesia dengan liquiditas tinggi. Saham ini masuk indeks LQ 45 karena memenuhi kriteria kapitalisasi pasar, frekuensi perdagangan dan nilai transaksi.

    Selain itu, aku juga mengamati statistik kunci saham tersebut seperti PBV<1, PER <10, dividen lumayan tinggi (agar passive income juga lumayan) dan dividen yield >6% (melebihi bunga bank sehingga saham tersebut pantas disimpan/keep untuk jangka panjang).

    Konsisten dengan Niat Awal untuk Jadi Investor

    Sebelum masuk ke investasi saham, aku banyak membaca tulisan dan menonton video tentang saham. Salah satu yang diingatkan penulis/mentor dalam konten mereka adalah harga saham bisa naik turun, seringkali disebabkan faktor psikologis pasar. Jadi bukan karena kinerja perusahaan buruk atau rugi. Bagi seorang investor, naik turun harga saham jangan sampai bikin gundah, selama dia yakin telah memilih saham perusahaan yang sehat.

    Namun lain ceritanya jika dia seorang trader saham. Fluktuasi harga saham merupakan kesempatan bagi trader untuk mencari untung. Wajar jika harga saham anjlok mendadak dan dia sedang memegang saham tersebut dengan jumlah banyak, ia berpotensi rugi besar.

    Harga Saham Turun, Saatnya Menambah Muatan

    Justru ketika saham favorit lagi turun harga, kesempatan menambah lot saham terbuka lebar. Istilahnya; membeli saham dengan harga diskon. Aku selalu memanfaatkan kondisi ini. Salah satu alasan mengapa aku memiliki 10 saham berbeda dalam portofolioku, agar aku dapat membeli saham bergiliran. Beli saham yang lagi merah atau turun harga, dan memandang-mandang dengan bahagia saham yang lagi hijau (profit). Sayangnya, aku tidak selalu bisa membeli di kondisi demikian karena uang dinginnya lagi tidak ada. Wajib tahu ya…, beli saham dengan uang dingin, yaitu uang yang benar-benar berlebih dan tidak akan digunakan dalam jangka cukup panjang.

    Jangan Memandangi Terus Akun sekuritas

    Pada kondisi pasar bursa saham lagi demam, aku memilih untuk tidak membuka akun sekuritas yang mengelola saham-sahamku terlalu sering. Buka sekali-kali saja. Ini penting untuk menjaga mood agar tak gelisah. Lebih baik bekerja atau berkegiatan lain hingga tak terasa kondisi pasar membaik. Saham yang anjlok merangkak naik dan kembali ke performanya.

    Itulah kiat-kiat yang aku lakukan sebagai seorang pemula di dunia saham. Sejauh ini aku merasa ada yang berubah positif dalam diriku. Persiapan pensiunku jadi lebih fokus, lebih bisa mengerem pengeluaran mubazir, dan semenjak aku mencicipi manisnya dividen, tekadku menginvestasikan sebagian penghasilanku ke saham semakin kuat. Ketakutan-ketakutan yang dulu jadi penghalang untuk memulai investasi saham, hilang. Agak menyesal juga sih, kenapa tidak dari dulu saja menabung saham. Mungkin aku sudah jadi milyuner sekarang heheheh….

←Previous Page
1 … 20 21 22 23 24
Next Page→

Blog at WordPress.com.

 

Loading Comments...
 

    • Subscribe Subscribed
      • my thoughts on the environment, travel and life reflections
      • Join 74 other subscribers
      • Already have a WordPress.com account? Log in now.
      • my thoughts on the environment, travel and life reflections
      • Subscribe Subscribed
      • Sign up
      • Log in
      • Report this content
      • View site in Reader
      • Manage subscriptions
      • Collapse this bar