my thoughts on the environment, travel and life reflections

  • About
  • Blog Posts
  • Contact
  • Photos
  • THE RENDERING Cinta Posesif Seorang Pelukis

    June 17th, 2023

    FILM DI YOUTUBE BISA JADI ALTERNATIF TONTONAN DI WAKTU SENGGANG. PILIHANNYA BANYAK. SAKING BANYAKNYA JADI RAGU MAU PILIH YANG MANA. NAH…, BAGI YANG SUKA FILM CRIME THRILLER, THE RENDERING BISA JADI OPSI.

    SARAH, seorang pelukis muda diserang di studionya pada suatu malam. Dia mengalami luka fisik serius dan trauma psikis. Petugas kepolisian mencoba membuat sketsa si penyerang, namun gambarnya jauh dari mirip. Sarah mengambil alih dan sketsanya tersebut membantu polisi menangkap si pelaku, Theodore Gray.

    Menyadari kemampuan Sarah tersebut, petugas polisi yang mengungkap kasus penyerangan tersebut, Nick, memintanya untuk membuat sketsa pada kasus penyerangan lainnya. Awalnya Sarah merasa senang bisa membantu, belakangan hal itu mengganggu tidurnya dan membangkitkan trauma masa lalunya. Suaminya Michael melarangnya untuk membantu Nick karena terasa telah menjadi beban dan perlahan merusak keharmonisan perkawinan mereka.

    Film uploadan Youtube yang dibintangi Shannen Doherty ini semakin misterius. Terjadi lagi penyerangan terhadap seorang perempuan di lorong gelap dekat gedung perkantoran Michael. Ketika Sarah membuat sketsa, si korban yang terluka ringan memberi detil raut wajah si pelaku.

    Sarah menyembunyikan skets tersebut, tidak menyerahkannya ke polisi. Skets yang ia buat sangat mirip dengan suaminya. Ketakutan Sarah bahwa dia menikahi seorang kriminal, menambah runyam hubungan mereka. Apalagi kemudian ditemukan barang-barang korban di rumah mereka. Michael ditangkap meski dia bersikeras tidak melakukan satupun yang dituduhkan kepadanya.

    Kekacauan itu baru awal saja. Di penjara Michael harus berhadapan dengan geng yang sepertinya mengincar dirinya. Mick merasa dia menjadi target, namun belum mengerti mengapa. Sementara di luar, Sarah ditemui pengacara Gray. Dia meminta kerjasama Sarah untuk memberi keterangan meringankan untuk pembebasan bersyarat Gray, pria yang menyerangnya beberapa tahun lalu.

    Sarah mulai merasa curiga. Investigasi yang dilakukannya membawanya ke galery lukis Lazarus, sang pelukis misterius dengan lukisan yang menonjolkan sadisme dan adegan penyerangan kepada perempuan. Dalam pertemuannya dengan Gray, dia mengakui dirinya adalah Lazarus. Gray memaksa Sarah untuk bersaksi meringankan agar dia bisa bebas. Kalau tidak mau, Michael akan disiksa dan mati di penjara.

    Dengan terpaksa Sarah memenuhi keinginan tersebut. Hal ini sama sekali tidak dimengerti oleh Nick. Gray yang sudah dibantu, tidak puas dengan kebebasannya dan karirnya sebagai pelukis kontroversial meroket. Ia masih ingin yang lain. Ia menginginkan Sarah untuk dirinya, melebihi apapun.

    Penolakan Sarah membuat Gray marah. Dia membunuh teman perempuannya yang selama ini bersekongkol untuk menanam bukti-bukti yang memberatkan Michael. Kali ini Sarah yang dijebak, berada di lokasi pembunuhan dan dikepung oleh polisi. Nick tidak mempercayai alasannya berada di situ. Juga mengabaikan informasi bahwa nyawa Michael terancam di penjara.

    Film dengan alur lambat ini cukup oke sebagai tontonan gratis. Michael berhasil mengalahkan lawan duelnya di sel penjara. Bahkan ketika Gray melepaskan diri dari pengawalan polisi, kemudian melakukan upaya kedua membunuh Sarah dan Michael, dia gagal. Obsesi liarnya berhasil ditaklukkan oleh pasangan itu.

  • KUALA TUNGKAL; Kota Tepi Laut yang Meramu budaya Asing dan Lokal

    June 12th, 2023

    Malam ini aku sampai di Kota Tungkal. Kota ini berada di pinggir laut, berada di Kec. Tungkal Ilir Tanjung Jabung Barat. Ini bukan kunjungan pertama, telah berulang ulang namun tidak pernah lama sehingga aku tidak sempat mengeksplor wilayah ini dengan baik.

    Aku langsung menuju warung makan favoritku di pertigaan jalan Ki Hajar Dewantara. Di sini kulinernya khas Arab dan India seperti martabak kari, nasi minyak, kebab, nasi goreng dll serta minuman rempah dan teh tarik.

    Nongkrong di pertigaan kawasan pasar, keramaian bagian kota ini begitu hidup malam ini. Kicau burung walet bersumber dari bangunan bertingkat di sekeliling kota, suara kendaraan bermotor dan tausiah ustadz dari corong masjid saling berebut frekuensi.

    Nah, ini gambar pertigaan jalan di depan restoran tongkrongan kami. Ruang atau gedung di atas toko tidak dihuni manusia, melainkan burung-burung walet yang berisik di malam hari. Bisnis (air liur) burung walet termasuk andalan masyarakat di kota ini.

    Kembali ke restoran, di dindingnya tersusun foto-foto syekh dan habaib dari penjuru dunia. Aku bertanya ke pemilik restoran apakah dia memiliki hubungan keluarga dengan mereka? Dia jawab tidak. “Saya dan keluarga pecinta para Habib,” jawabnya. That’s the reason why many pictures of Syech and habaib there.

    Selain dipengaruhi budaya Arab dan India, makanan Tungkal juga bercita rasa Cina. Itu terlihat dari aneka hidangan seafood. Di beberapa lokasi di kota berpenduduk sekitar 73 ribu jiwa ini terdapat klenteng dan pekuburan orang Cina yang megah dan berwarna seronok. Sentimen anti Cina tidak terasa di sini. Entahlah kalau di akar rumput. Perlu tinggal lebih lama di sini kalau ingin dapat gambaran yang sebenarnya. Aku melihat penduduk etnis Cina menyatu dengan warga sekitar, tidak terlihat elitis seperti di kota besar.

    If you want to come here, below the map to reach this resto. Spending your evening and taste the meal.

  • KOMPOSTER DAN TANAMANKU

    June 7th, 2023

    MERAWAT tanaman dan bunga-bunga adalah bagian dari kecintaan dan penghargaanku kepada lingkungan. Di halaman depan dan belakang rumah kami yang tidak luas, berdempet tanaman buah dan bunga. Sebagian bisa kusebutkan; markisa, lengkeng, jeruk kunci, jambu air dan guava, bunga kenanga, melati Belanda, wijaya kusuma, dll.

    Bukti cintaku yang lain ke lingkungan adalah pengolahan sampah organik menggunakan komposter. Upayaku mendisiplinkan anggota keluarga agar memilah sampah an organik dan organik mulai menunjukkan hasil. Kami tidak lagi mengangkut sampah organik kami ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS), kami memprosesnya di komposter (media pembuat kompos).

    Ini adalah komposter yang kupesan ke seorang teman sekitar 3 tahun lalu. Masih kupakai sampai sekarang. Selain menghasilkan kompos kering, alat ini juga mengeluarkan pupuk cair.

    Ini adalah media lain yang kutanam di halaman rumah untuk mengolah sampah dapur kami. Pembuatannya mudah, tinggal melobangi ember (jalan cacing) di dinding dan bagian bawah ember. Lalu ditanam di tanah.

    Ini sampah basah/organik yang telah berubah menjadi tanah kompos dengan bantuan cacing tanah. Tak lama lagi kompos ini dapat dikeruk dan digunakan untuk menambah media tanam di pot kembang atau pohon buah kami.

    Aku juga menggunakan biopori untuk melakukan komposasi. Sampah berupa perut atau bagian terbuang dari ikan/ayam/daging aman disimpan di komposter yang ditanam di bawah tanah ini karena bisa menyembunyikan bau dan belatung. Kelemahannya terasa waktu memanen kompos. Lobang biopori yang sempit menyulitkan mengeruk kompos yang dihasilkannya.

    Jika mau berhasil mengompos, ini kunci keberhasilannya. Perhatikan komposisi sampah kering dan sampah basah. Idealnya komposisi C/N (Carbon/nitrogen) : 3/1. Serta gunakan starter untuk mempercepat komposasi. Starter dapat berupa ecoenzym, EM4 atau bokashi.

  • KANDAHAR. Janji Pulang Seorang Ayah

    June 4th, 2023

    SUKSES meledakkan fasilitas reaktor nuklir Iran, Tom berencana pulang untuk menghadiri wisuda putrinya, Ida. Bukan hanya itu, sang istri Cory mendesak menandatangani dokumen perceraian mereka. Cory tidak tahan menanggung beban keluarga akibat akibat hubungan jarak jauh dengan sang suami yang agen CIA. Hubungan mereka tidak bisa lagi diperbaiki, sang istri telah menemukan pria pengganti.

    Saat transit di Dubai dan bertemu dengan agen CIA lainnya, Roman, Tom dibujuk untuk menyabotase satu lagi fasilitas nuklir Iran yang berbatasan dengan Provinsi Herat di Afghanistan. Diiming-imingi setumpuk uang, yang diperlukannya untuk membiayai kuliah kedokteran putrinya, Tom menyerah dan mengikuti kemauan Roman; menjalankan misi ilegal di negara penuh konflik tersebut. Dia didampingi seorang penerjemah, Mohammad alias Mo.

    Pemerintah Iran yang geram dengan peledakan fasilitas nuklir mereka, berhasil mengungkap identitas Tom. Pengejaran pun dimulai. Tidak hanya agen Iran yang menginginkan Tom. Ada Kahlil, seorang tokoh milisi berpengaruh di Afghanistan. Targetnya satu; mendapatkan Tom untuk dijual ke penawar tertinggi.

    Tom dan Mo terkurung di Herat. Roman yang merasa bertanggungjawab, melobi petinggi CIA untuk menyelamatkan agen rahasia itu serta Mo. Kejar mengejar terjadi di sepanjang jalan dari Herat ke Kandahar, tempat penyelamatan yang dijanjikan oleh pimpinan CIA. Di tengah gurun pasir dan bukit batu, pertarungan dan pengejaran yang menegangkan terjadi. Tom berhasil melumpuhkan dan menjatuhkan helikopter Iran. Kahlil masih mengintai di belakang, menunggu saat yang tepat untuk menangkap mangsanya.

    Film yang sangat menegangkan ini sedikit mengungkap sisi lain pertarungan politik dan kekuasaan di Afghanistan. Ada milisi yang dipimpin Kahlil yang pro barat, milisi pimpinan Rosul yang pro Taliban, milisi eks ISIS, dan milisi yang dipimpin Ismail Rabbani yang opportunis, membela siapa yang bayar. Mo yang berang (karena anaknya dibunuh oleh Ismail beberapa tahun lalu) bersumpah, negeri Afghanistan tidak akan pernah damai karena orang-orang seperti Ismail. Yang berjuang untuk kepentingan sendiri dan pundi uang.

    Meski berhasil mendekati pesawat yang menyelamatkan mereka kembali ke Amerika, Tom kehilangan sahabatnya Roman yang mengumpankan dirinya untuk menghambat laju pengejaran Kahlil. Terbersit pesan, kesedihan dan kesunyian yang dirasakan oleh Tom dan Mo tidak ada apa-apanya dibanding kecamuk di Afghanistan yang berhasil mereka tinggalkan. Mereka diberi kesempatan hidup kedua untuk memenuhi janji ke keluarganya.

    Sebagaimana film barat lainnya, citra negara konflik seperti Afghanistan tampak jelek dan buas dalam cinema berdurasi dua jam ini. Mayat-mayat bergantungan dan ditembus peluru terlihat di seluruh penjuru. Afghan dan milisi-milisi yang ada di dalamnya menikmati konflik di negara itu, seakan berteriak kencang; I don’t wanna peace. I want problems always.

    Dunia barat, China, Rusia, dan Pakistan membayar mahal akibat cawe-cawe di Afghanistan. Namun mengapa tak jera juga? Wallahualam.

  • START AGAIN

    June 3rd, 2023

    MALAM ini terinspirasi untuk mulai menulis lagi. Banyak kisah yang tersimpan, bisa menjadi gunung api. Yang kesenangannya menjadi sebentar karena cepat terlupakan. My life is blessed, I need to thank and share it with my circle.

    Perjalanan ke berbagai tempat dan bertemu orang baru mengingatkanku bahwa masih banyak perjalanan indah dan menarik yang bisa kulalui jika aku menginginkannya dan mempersiapkannya dengan baik.

    Terima kasih untuk insight dariMu.

←Previous Page
1 … 22 23 24

Blog at WordPress.com.

 

Loading Comments...
 

    • Subscribe Subscribed
      • my thoughts on the environment, travel and life reflections
      • Join 74 other subscribers
      • Already have a WordPress.com account? Log in now.
      • my thoughts on the environment, travel and life reflections
      • Subscribe Subscribed
      • Sign up
      • Log in
      • Report this content
      • View site in Reader
      • Manage subscriptions
      • Collapse this bar