Kebahagiaan merupakan kata yang sering diucapkan namun dianggap terlalu susah didapatkan, apalagi dengan cara biasa-biasa saja. Sepertinya dibutuhkan pencapaian materil yang luar biasa agar seorang bisa merasa bahagia sekaligus diakui oleh orang lain sebagai insan bahagia.
Pendapat seperti itu menggiring kita menjadi orang yang pesimistis. Padahal bahagia bisa bersumber dari mana saja, bahkan datang begitu saja sepanjang kita membuka hati terhadap hal-hal kecil yang dihadirkan Tuhan ke dunia sebagai penghibur untuk jiwa-jiwa yang membutuhkannya. Dan kebahagiaan tidak membutuhkan pengakuan dari orang lain, tidak perlu juga dipamerkan.
Suatu pagi saya keluar rumah lewat pintu belakang untuk menimbun limbah dapur organik ke komposter yang terdapat di bawah pohon buah. Semalaman tidur saya tak enak karena batuk dan maag kambuh. Diserang kondisi itu, saya merasa agak lemah dan melankolis.
Di bawah pohon, embun berjatuhan ke kulit dan rambut. Saya merasa sedikit segar. Kemudian melihat Wijaya Kusuma yang sedang mekar dan bunga spider menjuntai di teras rumah. Keduanya dibaluti kristal embun. Pemandangan tersebut mendadak menyentuh hati, mengingatkan saya seharusnya bersyukur karena hari ini masih bisa bangun. Jika saya mati, tentu keindahan pagi seperti ini tidak bisa lagi saya nikmati.
Hal kecil tersebut bisa mengungkit kebahagian. Pengaruhnya sangat besar. Sepanjang pagi saya menjadi senang bertemu dengan orang lain, menjadi lebih ramah dan mudah tertawa. Memang kebahagiaan tidak bisa berlangsung sepanjang waktu. Tergantung kita sendiri untuk mencari dan memaknai kejadian yang dialami agar bisa menjadi sumber bahagia. Dan ia akan datang berulang-ulang.

Kebahagiaan bisa meningkat levelnya, berlangsung dengan waktu yang lebih lama. Para ahli menyebutnya sebagai ketenangan (tranquility). Dan ini bisa diraih lewat latihan. Berikut beberapa cara untuk menanamkan ketenangan dalam diri:
Mindfulness dan Meditasi
Melalui cara ini kita diminta untuk fokus pada hal yang terjadi saat ini, melepaskan diri dari masa lalu yang membuat gelisah dan prasangka. Meditasi secara rutin akan membantu memusatkan perhatian dan meningkatkan ketenangan.
Latihan Pernafasan
Untuk Latihan ini bisa dipakai metode 4-7-8 (Tarik nafas melalui hidung 4 hitungan, tahan nafas 7 hitungan dan lepaskan nafas perlahan lewat mulut dengan mendesing selama 8 hitungan). Ulangi sebanyak tiga kali.
Koneksikan Diri Dengan Alam
Perbanyak waktu di alam seperti taman, pantai, hutan atau dengan melakukan aktivitas berkebun/merawat tanaman.
Olahraga Teratur dan Gaya Hidup Sehat
Melakukan olahraga secara teratur, pilih yang paling sesuai dengan niat akan dilakukan secara konsisten. Imbangi dengan makan yang sehat dan tidur cukup.
Hindari Pekerjaan Menumpuk
Aturlah agak tidak mengerjakan beberapa/banyak pekerjaan dalam satu waktu tertentu. Lebih baik fokus pada satu pekerjaan dan tuntaskan. Sediakan waktu untuk rehat dan memulihkan diri sebelum memulai pekerjaan berikutnya.
Tumbuhkan Sikap Bersyukur
Hal ini yang sering hilang dari keseharian manusia. Namun ini bisa dibiasakan misalnya dengan menulis jurnal dan menyisipkan ungkapan bersyukur di dalamnya. Atau menyediakan waktu berdoa dan merenung setiap hari yang merefleksikan rasa senang atas anugerah yang diterima hari tersebut.