Sebagai seorang penyuka cerita kriminal, saya langsung punya feeling ada yang tidak beres di keluarga ini begitu melihat hubungan antara si istri, suami dan pengasuh anak mereka yang cantik berambut pirang. Berdurasi satu jam 26 menit , film YouTube ini tidak membosankan karena sajian gambar nya bagus, percakapan-percakapan ringkas dan mimik-mimik wajah purba (pura-pura baik) serta adegan menegangkan saat Nomi melepaskan diri dari upaya pembunuhan.
Nomi (Sarah Butler) merasa lega, bagian akhir dari naskah novelnya selesai. Reviu dari editornya meyakinkan dirinya novel tersebut akan laris di pasaran. Kini dia dan suaminya Mark (Jim Thorburn) serta kedua anak mereka, plus si pengasuh Greta (Lindsay Maxwell) bisa liburan bersama ke Seattle Washington.
Semua terlihat baik-baik saja sesampainya mereka di hotel. Hanya susu formula dan botol susu si bayi tertinggal di rumah. Nomi dapat menyuruh Greta untuk keluar membeli keperluan bayi tersebut tapi karena dia bertekad untuk kembali menjadi ibu penuh waktu jika novelnya selesai, ia putuskan pergi ke supermarket terdekat.
Di basement hotel secara mengejutkan Nomi diserang laki laki bertopeng dan menyeretnya masuk ke mobil. Besok paginya dia terbangun di dalam mobil yang telah dipenuhi gas. Seseorang mencoba membunuhnya. Nomi keluar dan buru-buru ke hotel untuk melaporkan kejadian itu kepada suaminya.

Bukannya disambut, penulis novel kriminal yang digambarkan sebagai sosok introvert ini malah dilarang menemui keluarganya. Ketika ia memaksa, ia berhadapan dengan suaminya yang tengah bermesraan dengan Greta. Ia menolak mengakuinya sebagai istri. Tanda pengenal di dompet Nomi menunjukkan bahwa dia bukan Nomi. Dia Greta, seorang pengasuh bayi yang sakit jiwa, yang berulangkali mencoba bunuh diri. Malam tadi dia mengancam keselamatan keluarga Gardner. Melukai si nyonya.
Merasa dikerjai, Nomi melapor ke polisi. Laporan ke polisi tidak direspon positif. Tuntutannya agar dilakukan tes DNA untuk kedua anaknya pun ditolak. Semua akun sosial Nomi telah berganti nama menjadi Greta. Dan informasi tentang dirinya sebagai Greta sangat negatif. Polisi mengeluarkan larangan mendekat ke keluarga Gardner untuknya.
Nomi merasa aneh dan terpukul. Mengapa suaminya tidak cukup hanya berselingkuh dengan Greta tapi juga mencuri identitas dirinya?
Dalam usahanya mencari jawaban pertanyaan tersebut, dia menghubungi Prof. Curtis yang menjadi editor novelnya dan Oscar, pegawai hotel yang pernah membantunya. Kedua orang itu tahu bahwa dirinya adalah Nomi yang asli. Mereka bisa meyakinkan identitasnya kepada polisi.
Nomi menyelinap masuk ke kamar hotel yang dihuni Mark, Greta dan kedua anaknya. Disitu dia menemukan jawabannya. Sebuah dokumen menyebutkan dirinya memperoleh warisan dari seorang keluarga terdekatnya yang telah lama putus kontak. Jumlah warisan itu fantastik. Lima juta dollar. Dana itu akan cair dan masuk ke rekening Nomi dalam waktu 3x 24 jam. Itulah alasan Mark untuk menyingkirkan dan mencuri identitasnya.
Nomi minta bantuan Oscar untuk mengambil kedua anaknya kembali. Tanpa mereka sadari, Lyle si pembunuh bayaran mengintai mereka. Berdua mereka berhasil melumpuhkan Lyle.
Nomi dipanggil ke kantor polisi. Curtis telah menunggunya di sana. Alih-alih mengakuinya sebagai Nomi, Curtis menolak dan tidak kenal dengannya. Profesor pemabuk itu telah disuap dan berkomplot dengan Mark. Dianggap bisa membahayakan keluarga Gardner, Nomi ditangkap dan dikirim polisi ke RS jiwa.
Kejahatan Mark dan Greta perlahan mendapat penolakan dari Jane Gardner. Bocah itu mulai merindukan ibu kandungnya. Meski dibujuk dan didokrin oleh ayahnya, dia menolak menerima kekasih ayahnya sebagai ibu baru. Dia menelpon 911 ketika mendengar keributan antara ibunya dan Kyle si pembunuh bayaran.
Saat bersamaan Nomi dan Oscar datang dengan misi mengambil kedua anak tersebut. Polisi datang, Jane muncul dari persembunyian dan minta perlindungan. Dia menolak Greta dan Ayahnya, sebaliknya memeluk Nomi dan berulang-ulang mengatakan dialah ibu kandungnya.
Film dengan plot cerita memikat ini sangat layak ditonton. Meski terkesan kurang logis, masa sih sebagai seorang penulis cerita kriminal Nomi tidak curiga hubungan suaminya dan Greta? Juga polisi yang kurang teliti dan tidak berpihak kepada Nomi hanya karena semua status sosial medianya yang negatif dan kartu identitasnya telah dipalsukan. Padahal pembajakan sosmed dan pemalsuan identitas itu cukup gampang ditelusuri.
Anyway tidak ada film yang sempurna. Film ini juga begitu tapi tetap asik untuk ditonton.